Bagaimana Cara Dunia Merayakan Pergantian Tahun?

Relief yang menggambarkan Dewa Msrduk, penguasa langit menurut mitologi Babilonia

Dalam hitungan jam, kita akan segera merayakan momen pergantian tahun. Momen tersebut sering direfleksikan sebagai momen yang tepat untuk mengoreksi diri dan membuat resolusi untuk tahun yang akan segera datang. Tapi pernahkah kita berpikir bagaimana asal-mula perayaan tahun baru dan tradisi-tradisi unik yang mewarnainya? Check it out!

Sejarah perayaan “Tahun Baru”

Perayaan tahun baru bukanlah tradisi yang baru, Bangsa Babilonia tercatat sudah merayakan pergantian tahun sejak 4000 tahun yang lalu. Mereka merayakan momen ini pada awal musim semi (akhir bulan Maret). Pada momen tersebut, Bangsa Babilonia mengadakan serangkaian ritual yang disebut Akitu selama 11 hari. Ritual-ritual tersebut diadakan untuk memeringati kemenangan Dewa Langit, Marduk atas Iblis Lautan dalam mitologi Babilonia, Tiamat. Selain motif keagamaan, tradisi ini juga diwarnai dengan motif politik: momen tersebut juga digunakan sebagai waktu pengukuhan raja atau pemangku agama yang baru.

Peradaban-peradaban kuno sering menjadikan peristiwa-peristiwa alam sebagai penanda awal tahun. Contohnya: Orang-orang Mesir Kuno menetapkan awal tahun ketika terjadi banjir tahunan Sungai Nil. Banjir tersebut bertepatan dengan terlihatnya Bintang Sirius. Lain halnya dengan bangsa China Kuno, mereka merayakan tahun baru ketika bulan baru kedua setelah musim dingin.

Penanggalan Romawi yang paling awal terdiri dari 10 bulan/304 hari, dengan tahun dimulai masa yang disebut vernal equinox (eristiwa dimana matahari berada di perpotongan lingkaran ekuatorial dengan lingkaran ekliptika. Sistem penanggalan tersebut diformulasi oleh Romulus, pendiri Kota Roma, Italia Abad ke-8 SM. Penerus Romulus, Numa Pompilus menambahkan Januari dan Februari ke penanggalan tersebut. Hal ini menjadikan sistem penanggalan Romawi menjadi 12 bulan, sistem tersebut menyalahi Matahari. Pada tahun 46 SM, Julius Caesar berusaha memperbaiki sistem penanggalan Romawi yang sudah ada, Ia berkonsultasi kepada tokoh-tokoh Astronomi dan Matematika masa itu. Selanjutnya, Ia memperkenalkan Kalender Julius, sebuah penanggalan yang menyerupai penanggalan Gregorius (penanggalan yang dipakai dunia dewasa ini).

Salah satu bagian dari reformasi penanggalan Julius Caesar adalah ditetapkannya 1 Januari sebagai awal tahun. Kebijakan tersebut merupakan sebuah penghormatan kepada Dewa Janus, dewa paling awal keberadaannya menurut mitologi Romawi. Pada tanggal 1 Januari, bangsa Romawi melakukan pengorbanan kepada Dewa Janus, mereka juga saling bertukar hadiah, menghias rumah dengan cabang pohon Salam, dan berpesta-pora. Pada abad pertengahan, para pemuka Agama Kristen Eropa mengadopsi tanggal 1 Januari (yang merupakan acara tahunan bangsa Romawi Kuno) sebagai hari perayaan tahun baru yang lebih bermuatan religius seperti halnya tanggal 25 Desember yang mereka peringati sebagai hari kelahiran Yesus. Secara resmi, Tanggal 1 Januari dikukuhkan sebagai tahun baru oleh Paus Gregory XIII.

Tradisi-tradisi menyambut pergantian tahun

Dalam rangka menyambut tahun baru, orang di seluruh dunia melakukan berbagai perayaan dan aktivitas yang kebanyakan berorientasi kepada mendatangkan keuntungan pada tahun yang akan segera datang. Biasanya serangkaian acara sudah dimulai pada tanggal 31 Desember petang. Rangkaian acara terus berlangsung hingga pukul 12. Pada 10 detik terakhir tanggal 31 Desember, akanĀ  diadakan hitung mundur bersama-sama.

Berikut adalah beberapa tradisi yang berkembang di tengah masyarakat dalam rangka menyambut momen pergantian tahun:

Pertunjukan Kembang Api

Ini adalah kegiatan yang sangat umum dilaksanakan ketika menyambut detik pergantian tahun. Di Selandia Baru, Orang-orang berkumpul Auckland Sky Tower untuk melihat pertunjukan kembang api. Beberapa titik di berbagai negara sering digunakan sebagai spot untuk melihat pesta kembang api: Pelabuhan Sidney di Australia, Nathan Phillip Square di Toronto (Kanada), dan Pantai Cobacabam di Rio Jeneiro (Brazil).

Memecahkan Piring (Denmark)

Kebiasaan ini memang terdengar ganjil. Namun, nyatanya tradisi ini benar-benar ada. Warga Denmark terbiasa menyambut pergantian tahun dengan membanting piring di depan pintu rumah teman dekatnya. Kegiatan ini melambangkan do’a agar penghuni rumah selalu dinaungi keberuntungan pada tahun yang akan segera berganti.

 

Menyantap Lentil (Brazil)

Negeri Samba, Brazil mempunyai tradisi sendiri dalam menyambut even pergantian tahun. Orang di “kampung” Ronaldinho gemar menyantap Lentil, biji yang berasal dari pohon kacang-kacangan dengan nama yang sama. Lentil melambangkan uang, hal ini menyimpan harapan agar warga Brazil selalu dikaruniai keberuntungan dan kekuatan finansial sepanjang tahun.

 

Menjatuhkan barang (Amerika Serikat)

Drop Ball di Time Square

Kebiasaan ini berawal dari tradisi melihat Ball Drop di Time Square, New York ketika momen pergantian tahun. Ball Drop adalah bola besar yang diturunkan dengan tiang sebgai pertanda tahun telah berganti. Tradisi ini diikuti oleh warga di beberapa negara bagian di Amerika Serikat dengan cara dan objek berbeda: di Vincenne, Indiana, warga menjatuhkan semangka dari ketinggian.

 

 

Mengunjungi teman pada tengah malam (Skotlandia)

Sesaat setelah tahun berganti ( 31 Desember, Pukul 00.00), warga Skotlandia mengunjungi rumah teman dekatnya. Hal itu dimaksudkan sebagai kunjungan pertamanya di tahun tersebut.

Meramal dengan logam yang dicairkan (Finlandia)

Di negara Eropa bagian Utara tersebut, warga senang meramal nasibnya pada tahun yang akan datang. Caranya terbilang unik, mereka mencairkan logam berharga, kemudian meneteskan logam cair tersebut diteteskan ke atas air. Ketika logam mendingin dan memadat, logam akan berbentuk sesuatu. Mereka mencoba membaca bentuk tersebut. Misalkan bentuk bunga meramalkan bahwa mereka akan memiliki penggemar rahasia di tahun yang akan datang.

Memakan Buah Anggur (Spanyol)

Pada jam pergantian tahun, warga Spanyol dan negara-negara berbahasa Spanyol gemar memakan 12 anggur. Tradisi tersebut dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan pada 12 bulan milik tahun yang akan segera berganti.

Berdandan seperti Beruang (Romania)

 

Orang-orang Romania percaya bahwa beruang bisa mengusir roh-roh jahat dan menjaga kesehatan. Oleh karena itu, mereka senang memakai kostum beruang saat momen pergantian tahun.

Membunyikan Lonceng (Jepang)

Di Jepang, masyarakat senang membunyikan lonceng sebanyak 108 kali pada momen pergantian tahun.

Melempar Perabotan (Afrika Selatan)

Orang-orang negeri Nelson Mandela suka melempar perbotan-perabotan lama mereka ketika momen pergantian tahun. Uniknya, mereka melempar perabotan usang tersebut melalui jendela.

Membawa Koper Kosong – (Amerika Latin)

Di negara-negara Amerika Latin, beberapa orang membawa koper kosong saat momen tahun baru. Mereka menyebut ini sebagai “Koper Berjalan”. Tradisi ini membawa harapan bahwa pada tahun yang baru orang yang membawa koper kosong tersebut akan dipenuhi petualangan.

Ada yang berminat melakukan salah satu tradisi tersebut?

Sumber:

http://www.history.com/topics/holidays/new-years

http://www.bbc.co.uk/newsround/38341760

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply