Karena penulis tidak punya massa yang bisa dikerahkan untuk menyanyikan yel-yel bernuansa politis atau tidak punya cukup dana untuk memasang banner yang bertujuan mempromosikan pemikiran penulis, maka penulis memilih untuk sedikit berdialektika mengapa penulis bergabung dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Pertama karena alasan ideologis. Penulis memilih PMII karena organisasi dengan jelas mencantumkan ideologi Ahlus