Kaulah Putri Salju Tindak-tandukmu membekukan udara Hingga sesak nafasku, pudar pandanganku, hampir jengah bernafas, ingin segera berkelana ke Nirwana. Diam adalah istanamu Yang memaksaku menjadi abdi dalemnya Mengabdi seumur hidup meski tahu takkan pernah diangkat jadi raja Bulu matamu bagai “ndamar kanginen” Menari kala Kau berkedip Elok nan luwes gerakanmya Menghipnotis setiap pasang mata yang