Pendahulu Kita Penulis Ulung, Kita?

بسم الله الرحمن الرحيم

Menulis adalah adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Itu lah kurang lebih pengertian kegiatan satu ini. Seseorang menulis didasari berbagai tujuan yang beragam, dari sekedar mencurahkan perasaan hingga untuk mengabadikan ilmu yang ia peroleh. Bukan lagi rahasia bahwa Tokoh-tokoh Islam adalah para penulis ulung, hal ini lah yang menyebabkan melimpahnya referensi keilmuan Islam yang bahkan menjadi rujukan ilmuwan-ilmuwan barat modern dalam pengembangan penelitian, meski sebagian koleksi buku karya Ulama banya yang menjadi korban kebringasan orang-orang tak beradab seperti ulah bangsa Mongol yang meluluh lantakkan Kota Baghdad plus Perpustakaan Baitul Hikmah pada 1258, penaklukan Dinasti Umayyah Andalusia pada 1031 oleh Bangsa Visighotic tapi fakta tersebut tak mengurangi kekayaan referensi Islam yang hingga kini masih lestari.

Dengan segala keterbatasan sarana dan pra sarana mereka, cendekiawan muslim menulis apa yang mereka peroleh dari guru atau pun apa yang mereka ijtihadkan.

wasiat terakhir imam al ghazali

Imam Ghozali, beliau merupakan ulama yang berasal dari Iran dan hidup pada Abad 11 M/6 H. Keeksistensinya sebagai penulis sudah terkenal di dunia, bahkan halaman buku yang pernah ia tulis dengan jumlah hari masa hidupnya, jika dibandingkan maka jumlah halaman yang pernah beliau tulis lebih banyak dari jumlah hari masa hidupnya. Bayangkan beliau hidup selama 53 Tahun (Tahun Masehi) atau kira-kira 19.345 Hari, bayangkan berapa jumlah halaman yang telah beliau tulis?, Karya terfenomenalnya yang hari ini masih eksis dikaji berbagai kalangan ialah : Ihya Ulumuddin (mneghidupkan ilmu agama), hampir tak ada pelajar muslim yang tak mempelajari adikarya ulama sufi ini.

Ibnu Aqil,beliau sosok ulama yang sulit medapat tandingan dalam bidang tulis menulis,bahkan oleh penulis modern sekalipun. Beliau mempunyai karya monumental yang diberi nama  “ Al-Funun “, yaitu  sebuah ensiklopedia yang  memuat pengetahuan mengenai Kalam Nasehat, Tafsir Al-Qur’an, Fiqih, Ushul Fiqih, Aqidah, Bahasa Arab, sya’ir, sejarah,  bahkan juga Hikayat.

Bayangkan!, Kitab Al-Funun terdiri dari 800 Jilid, berapa waktu yang harus kita habiskan untuk membaca semua bagian kitab ini ?.

Ibnu Jauzi, seorang ulama yang menulis berbagai bidang ilmu dan buku-bukunya yang sangat banyak menghiasi perpustakaan Islam.   Ibnul Warid mengatakan : “ Bila lembaran-lembaran buku yang berhasil ditulis oleh Ibnul Jauzi dikumpulkan, lalu dikalkulasi dengan umur yang beliau miliki, maka ditetapkan bahwa beliau menulis dalam sehari sebanyak sembilan buah buku seukuran buku tulis.”  Diceritakan juga bahwa bekas rautan pena Ibnu Jauzi dapat digunakan untuk memanasi air yang dipakai untuk memandikan mayat beliau, itupun masih tersisa. Setelah diadakan kalkulasi judul-judul tulisannya, ternyata karya Ibnul Jauzi mencapai 519 buku. Al-Muwafiq mengatakan bahwa Ibnul Jauzi senantiasa menulis dalam sehari setara empat buku tulis, WOW!.

3 Ulama diatas hanya contoh kecil cendekiawan-cendekiawan muslim yang memerankan diri sebagai penulis ulung, walaupun mereka sekali lagi, tak mempunyai fasilitas yang memadai, dan pertanyaannya ilah dimana karya kita sebagai generasi muslim yang hidup di era yang telah mendapat sumbangn Sir Thomas Alfa Edison berupa lampu?, ataupun mendapat warisan komputer yang didasari program algoritma jerih payah Al-Khowarizmi?, silahkan di jawab di hati kita masing-masing.

Semoga tulisan ini menyindir nurani kita, Amiin.

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply